Mahatapini Sinuhun Ida Pedanda Istri Mas “Dipalebon”

July 2, 2012 by
Filed under: Budaya 

AMLAPURA, 02 Juli 2012 (Bali Post):

Palebon Mahatapini Sinuhun Ida Pendanda Istri Mas dilangsungkan Minggu (1/7) kemarin siang di setra Desa Pakraman Budakeling, Karangasem. Palebon dihadiri tak kurang 3.000 orang warga tak hanya dari warga Budakeling, tetapi keluarga besarnya dari seluruh Indonesia.

Salah seorang keponakannya, Ir. Ida Made Alit menyampaikan, baru sekarang Ida Pedanda Istri dipalebon. Soalnya, keluarga besar, terutama anak cucu yang sudah menjadi pandita (pedanda) baru mempunyai waktu luang, di tengah-tengah sibuk melayani umat muput atau memimpin upacara. Untuk itu, sejak bulan lalu disiapkan sarana dan prasarana termasuk bebantennya.

Ida Pedanda Istri yang selama ini dikenal sebagai arsitek tiap kali karya di pura Kahyangan Jagat Besakih, berpulang di Geria Alit Budakeling pada 6 Februari 2012 lalu dalam usia 110 tahun. Terkait palebon kemarin, ribuan warga ngaturang ayah serta menyaksikan beliau untuk terakhir kalinya. Layon (jenazah) Ida Pedanda disemayamkan pada wadah (pamereman) yang dipundut puluhan pengayah, dengan pengiring menyemut. Sementara dua Ida Pedanda Siwa dan Buda masing-masing berdiri mengapit layon di pamereman. Keduanya masing-masing bertindak selaku pengubes dan seorang lagi pelempar sekarura (campuran beras, bunga dan uang kepeng). Pelempar sekarura Ida Pedanda Gde Nyoman Karang Nuaba dari Geria Kecicang Bungaya. Di pamereman juga diiringi tetaburan gender dan wayang dimainkan cucu/cicit almarhum.

Selain sejumlah gamelan Bali seperti baleganjur, turut juga mengiringi sekeha rebana Desa Saren Jawa. Salah seorang keluarga Geria Budakeling Ida Wayan Amitaba mengatakan, warga Saren Jawa atau biasa disebut Nyama Selam memang sudah turun temurun kerap ngayah ke geria Budakeling, jika ada karya. Sejak dulu, hubungan antara geria khususnya dan warga Budakeling dengan Nyama Selam Desa Saren Jawa tetap terjaga dengan baik. (013)

Comments

Comments are closed.