Berbagi Kasih Sayang
“Kasih sayang secara harfiah berarti untuk merasakan bersama, mengalami bersama. Setiap orang mampu berbagi kasih sayang, namun kebanyakan orang cenderung untuk menghindarinya karena itu tidak nyaman. Dan penghindaran tersebut menghasilkan mati rasa psikis–resistensi terhadap mengalami atau merasakan rasa sakit kita bagi dunia dan makhluk lain.”
Praktek Yoga Sehari-hari
Umat Hindu yang taat, ia akan melakukan sandhya upasana, berjaga sehari-hari, biasanya sebelum fajar. Ini periode suci untuk melakukan puja, japa, melantunkan sloka-sloka dan kidung-kdung suci, hatha yoga, meditasi dan studi Veda, merupakan dasar dari kehidupan pribadi.
Setiap hari umat Hindu dianjurkan untuk terjaga sebelum fajar, paling lambat jam lima, kemudian mandi, mengenakan pakaian bersih dan rapi, lebih baik jika mengenakan pakaian sembahyang, dan duduk di tempat yang bersih dan tenang untuk disiplin ilmu agama. Sangat bagus jika di rumah ada satu kamar khusus yang diperuntukkan sebagai “kamar suci”. Menghadap ke timur atau utara, melakukan puja bhakti, dan japa, melantunkan sloka-sloka dan kidung-kdung suci, hatha yoga, meditasi dan studi Veda sering disertakan. Meresapi pemahaman dalam Veda, atau berkonsentrasi pada sloka-sloka atau kidung-kidung suci yang sedang dilantunkan, atau bermeditasi merenungkan cahaya batin seperti bulan purnama selama brahma muhurta, periode satu setengah jam sebelum fajar yang sangat bermanfaat. Praktek-praktek yoga ini sepatutnya dimulai lebih awal, tidak terlalu mendekati fajar. Jika kita sudah menentukan seorang guru, lakukanlah hanya seperti yang diarahkan oleh guru, yang mengetahui bahwa jika tidak tegas pemanfaatannya, kundalini dapat mewujudkan keinginan yang tak terkendali. Melalui karma yoga sehari-hari, melayani tanpa pamrih, dilakukan di setiap kesempatan. Selain praktek yoga sehari-hari tersebut, umat Hindu berlatih yoga di tengah masyarakat di mana ia berada–menciptakan kehidupan yang penuh kegembiraan positif, kehidupan yang harmonis. Veda menyatakan, “Pikiran, memang, adalah dunia yang sekilas. Oleh karena itu, harus dimurnikan dengan susah payah. Seseorang menjadi seperti apa yang ada di dalam pikirannya–Ini adalah rahasia yang kekal.”
Sumber inspirasi :
- Satguru Sivaya Subramuniyaswami (1927-2001)
Mengatasi Kendala Hidup
Sama seperti daun kecil dapat mengaburkan matahari saat dipegang di depan mata kita, demikian pula keadaan susah atau kesedihan di masa lalu dapat muncul sekarang dan menyembunyikan kesucian kita. Dengan metode Veda, atau tantra, kita menyingkirkan kendala untuk mengungkapkan cahaya yang selalu ada di dalam.
Sebuah Upanishad kuno mendefinisikan dua puluh kendala (upasarga) bagi kemajuan spiritual: kelaparan, kehausan, kemalasan, hasrat, hawa nafsu, ketakutan, malu, kecemasan, kegirangan, kesulitan, kesedihan, keputusasaan, kemarahan, arogansi, khayalan, keserakahan, kekikiran, ambisi, kematian dan kelahiran. Kendala lain adalah kecerdasan yang tidak terarah dengan intuisi, hanya sekadar sulapan memori dan alasan sebagai sebuah jalan hidup. Pengalaman kendala tersebut menciptakan reaksi-reaksi yang mengkombinasikannya dengan semua jejak kesan tayangan masa lalu, baik positif maupun negatif. Yang berada di pikiran bawah sadar, ini adalah sumber dari sifat-sifat atau kecenderungan bawah sadar, yang disebut vasana, yang membentuk sikap dan motivasi. Vasana-vasana yang mengganggu, merepotkan, menyulitkan, membosankan, menjemukan, menyusahkan, mengaburkan pikiran, harus direkonsiliasi, didamaikan dan dibebaskan. Ada tantra-tantra bermanfaat dimana absolusi dapat dicapai untuk hidup tanpa hambatan, termasuk ayurveda, jyotisha, sadhana harian, pemujaan luhur, memberikan tanpa pamrih, seni-seni kreatif dan berbagai yoga. Veda menjelaskan, “Sebagaimana halnya cermin tertutup debu bersinar cerah saat dibersihkan, demikian pula jiwa yang diwujudkan, melihat kebenaran atman, menyadari keesaan, mencapai tujuan hidup dan menjadi bebas dari kesedihan.”
Sumber inspirasi :
- Satguru Sivaya Subramuniyaswami (1927-2001)
Menjelajah Kedalaman Hati
Penjelajah terbesar di Bumi ini tidak pernah mengambil perjalanan sejauh orang-orang yang turun ke kedalaman hatinya.
Polls: Most Americans Call Gay Relationships “Moral” And Are Not Swayed By Obama’s Same-Sex Marriage Support
Source: http://www.hinduismtoday.com/blogs-news/hindu-press-international/polls–most-americans-call-gay-relationships–moral–and-are-not-swayed-by-obama-s-same-sex-marriage-support/12068.html
Religion News Service
UNITED STATES, May, 2012 (RNS):
President Obama’s recent endorsement of same-sex marriage opened a torrent of speculation on what his newly enunciated position will mean politically, but the latest polls indicate the public largely backs his views and that his stance may not hurt him at the ballot box.
A Gallup poll in early May showed that by a 54-42 percent margin, American adults consider gay and lesbian relations “morally acceptable.” The level of approval has grown steadily since 2002, when it stood at 38 percent, so much so that Gallup considers the current situation “the new normal” in U.S. public opinion.
Modernization of India’s National Archives
Source: http://pib.nic.in/newsite/PrintRelease.aspx
INDIA, May 8, 2012:
The Minister for Culture and Housing & Urban Poverty Alleviation Kumari Selja has said that only the post independence records of permanent nature recently received from various Ministries/Departments etc. need immediate attention for their preservation. National Archives of India (NAI) has employed 45 preservation professionals for preservation of such records.
In a written reply in the Lok Sabha today she said, approximately 1.5 million pages of documents/manuscripts have been digitized.
She said, NAI has modernized its conservation research laboratory with the latest equipments for carrying out the preventive and curative conservations of records. Training in the fields of conservation of archival heritage for both professional and sub-professional level are conducted by School of Archival Studies and staff of NAI are also deputed to national and international organizations to update their knowledge under various exchange programs and agreements.
A Maharajah Stands Tall
Source: http://www.thehindu.com/news/cities/chennai/article3419339.ece
INDIA, May 15, 2012 (The Hindu):
A statue was installed in honor of Chitra Tirunal, in Chennai, for enabling temple access to all Hindus. Chitra Tirunal Bala Rama Varma was the last ruler of Travancore. He became ruler at the age of 12, his aunt Setu Lakshmi Bayi serving as the regent. In 1930, he became ‘maharajah’ in his own right and ruled till 1947.
A saintly man, whose devotion to the deity of Ananthapadmanabhaswami was legendary, his reign was marked by several enlightened acts.
One of the most acclaimed steps taken by the maharajah was the Temple Entry Proclamation of 1936, which opened temples in Travancore to all Hindus, irrespective of caste. In its time it was a path-breaking measure and praised by many, including Mahatma Gandhi. In a way, it marked the culmination of the Vaikkom Satyagraha launched with similar aims in the 1920s by Periyar E.V. Ramaswami Naicker. Chitra Tirunal was feted and honored, and in Madras, public appreciation manifested into a statue.
Sabarimala Shrine Opened For 5-Day Monthly Rituals
Source: http://www.thehindu.com/news/states/kerala/article3418363.ece
SABARIMALA, INDIA, May 14, 2012 (The Hindu):
The Lord Ayyappa Temple at Sabarimala opened on Monday afternoon for the five-day monthly rituals in the Malayalam month of Edavom that begins on Tuesday. The head priest, N.Balamurali, opened the sanctum sanctorum amidst loud chants by the scores of Ayyappa devotees who were camping at the holy hillock, awaiting the opening of the shrine.
The temple rituals will begin with the Ashtadravya Ganapati homom on Tuesday, the first day in the Malayalam month of Edavom. The temple chief priest (Tantri), Kandararu Maheswararu, performed the Sahasrakalasapuja at the Namaskara-mandapam of the Ayyappa Temple on Monday afternoon.
Sabarimala Devaswom Executive Officer, M.Sathishkumar, told Hindu that the Sahasrakalasabhishekom and Kalabhabhishekom would be performed at the Ayyappa shrine prior to the Utchapuja on all the days. An auspicious Laksharchana will also be performed at the Sannidhanam on May 16 and 19. Padipuja, Laksharchana, and Udayasthamanapuja will be held at the Ayyappa shrine on all the five days.
Membangun Dunia yang Lebih Manusiawi
“Kasih sayang adalah dasar untuk berbagi gairah kita dan membangun dunia yang lebih manusiawi.”
Berupaya Ngambil “Sesari”, Nenek Nyaris Tewas Tenggelam
DENPASAR, 18 Mei 2012 (Bali Post):
Lalu lintas di Jalan W.R. Supratman Denpasar Timur (Dentim), tepatnya di jembatan di Lapangan Tembak Perbakin, Kamis (17/5) kemarin sempat diwarnai kemacetan. Banyak warga berdatangan ke lokasi tersebut untuk melihat sebuah aksi menegangkan. Seorang nenek bernama Ni Nyoman Dapet (60) jatuh dan terseret arus air sungai di tempat tersebut. Nenek tersebut nyaris tewas tenggelam. Untungnya, ia bisa bertahan dan memegang dahan pohon. Begitu juga tim penyelamat dari SAR Gegana Brimob Polda Bali cepat datang ke TKP sehingga nyawa korban berhasil diselamatkan.
Informasi di lokasi kejadian menyebutkan, sebelumnya, pukul 09.00 wita korban berupaya mengambil sesari di salah satu palinggih di lokasi tersebut. Namun, kakinya terpeleset sehingga ia jatuh ke sungai. Derasnya arus sungai membuat tubuhnya sempat terseret. Namun, korban berhasil mengambil dahan pohon dan bertahan di sana. Dewi Fortuna juga berpihak pada korban karena ketika itu seorang saksi bernama Ketut Pasek mengetahui hal itu. Saksi berupaya melakukan pertolongan dan hendak menggapai tangan korban. Karena tidak bisa, ia pun meminta pertolongan kepada warga sekitar. Selanjutnya, peristiwa menegangkan itu dilaporkan ke aparat kepolisian.
Pasukan Polsek Dentim dan SAR Gegana Brimob Polda Bali dengan cepat meluncur ke TKP untuk melakukan penyelamatan. Dengan menggunakan alat lengkap, korban yang tinggal di Banjar Kedaton Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur itu berhasil dievakuasi ke daratan. Kondisi korban saat itu sangat pucat sehingga langsung dilarikan ke klinik terdekat. Sempat mendapat perawatan di sana, kondisi korban membaik sehingga langsung diperbolehkan pulang.
Kapolsek Dentim AKP Wayan Parwata ketika dimintai konfirmasi, kemarin membenarkan adanya kejadian tersebut. Kapolsek Parwata menjelaskan, korban kini sudah dipulangkan ke rumahnya. Sebab, kondisi wanita tua itu sudah membaik dan stabil. ”Tadi keluarganya sudah membawa korban pulang. Kondisinya sudah membaik,” ucapnya. (kmb21)






